Tips ketika berhadapan dengan task pengembangan software yang kurang jelas

Menjadi seorang programmer tentu saja akan selalu berhadapan dengan bermacam task pengembangan software. Dan akan sangat menyenangkan jika requirement, specification, serta goalsnya sudah ditegaskan dengan gamblang sebelum aktivitas coding dimulai.

Tentu hal tersebut bukan merupakan sebuah kondisi utopia yang hanya terjadi sesekali saja, namun bagaimana jika hal yang terjadi adalah sebaliknya? Requirement tidak ada, specicifation tidak jelas, hingga goals yang ternyata masih berbentuk abstrak di awang-awang? Tenang, ada beberapa tips dan trik yang bisa kalian gunakan jika terjebak pada kondisi ini.

Diskusi

Photo by Mimi Thian on Unsplash
Diskusilah dengan teman satu tim

Pertama, diskusikan tata-cara pengerjaan, fitur-fitur yang ingin diimplementasikan, alur data, dan hal krusial lainnya dengan tim yang terlibat. Pastikan ada kesepakatan yang terbentuk sebelum pekerjaan dimulai. Meskipun input yang kalian dapatkan adalah garbage, tentu akan tidak memuaskan jika outputnya masih berupa sampah yang sama. Garbage in – not so-garbage out is much better.

Dokumentasi

Document everything!

Kedua, dokumentasikan semuanya! Hal ini penting karena akan menjadi dasar argumen ketika ada kelucuan yang terjadi. Oh tentu kejadian “bos” yang marah secara tiba-tiba karena apa yang dibuat tidak sesuai dengan apa yang ada di kepalanya adalah hal yang umum terjadi pada kondisi pekerjaan model ini. Dan tentu saja programmer diharapkan bisa tau apa yang diinginkan meskipun hal tersebut belum diutarakan. Di Indonesia, programmer adalah ahli nujum 4.0, industri saja sudah four point o, masa mau ketinggalan?

Legowo

Monkey doing software development

Ketiga, legowolah saat mendapatkan masukan yang kadang absurd, makian yang tidak masuk akal, atau komplain yang mengada-ada. Tidak ada guna berdebat jika kondisi yang diharapkan belum didefinisikan dengan jelas, terima saja sembari bernafas. Lapangkan dada, juga dinginkan kepala. Setelah itu semua selesai, segera pesan nasi panas dengan 2 potong rendang berukuran besar diatasnya, dan segelas es teh manis di warung padang milik mbak Dian.

Inisiatif

inisiatif diperlukan dalam pengembangan software 
- Photo by Yuichi Kageyama on Unsplash
Inisiatif!

Terakhir, berinisiatiflah sebanyak-banyaknya dikala kebingungan melanda, tidak dapat dipungkiri jika stakeholder terkadang tidak dapat diandalkan dalam memberikan pencerahan tentang pengembangan software kepada butiran debu yang sedang tersesat dan tak tau jalan pulang. Nikmati dan selami kondisi tersebut, utarakan kebingungan pada teman, pacar, atau mungkin HR perusahaan sebelah; niscaya anda akan menemukan solusinya.


DISCLAIMER: tulisan ini bersifat satir, absurd, dan tidak solutif. diharapkan untuk tidak menanggapinya secara serius karena saya sendiri tidak serius ketika menulisnya. dan percayalah, ladang tetangga akan selalu terlihat lebih hijau.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.