Albert, alternatif Apple Spotlight untuk Linux

Beberapa waktu lalu saya menemukan Albert, alternatif apple spotlight untuk linux. Fungsionalitas yang ditawarkannya cukup serupa dengan fitur milik macOS, dengan tambahan ekstra yaitu pengguna dapat membuat ekstensi sendiri sesuai dengan kebutuhannya.

Selain fleksibilitas yang ditawarkan, Albert juga menawarkan sejumlah plugin yang dapat langsung di download melalui URL ini, oiya, plugin-plugin tersebut ditulis menggunakan bahasa python .

Sayangnya, Albert belum tersedia di repository milik fedora. Setelah membaca sedikit dokumentasi, ternyata perangkat lunak ini cukup ramah untuk dicompile sendiri. Berbekal contekan dari Dockerfile yang tersedia akhirnya Albert dapat terpasang dengan stabil di Fedora 30 saya.

Sebelum melakukan kompilasi, pasang dulu dependency yang dibutuhkan:

sudo dnf install -y muParser-devel \
cmake \
qt5-{qtcharts,qtsvg,qtx11extras,qtdeclarative}-devel \
qt5-{qtgraphicaleffects,qtquickcontrols}
libqalculate-devel \
python3-qt5-base 

Setelah itu tinggal meng-clone repository Albert, meng-compilenya, dan sekalian menginstallnya. Command dibawah ini akan menginstall albert ke /usr

git clone --recursive https://github.com/albertlauncher/albert.git
mkdir albert-build
cd albert-build
cmake ../albert -DCMAKE_INSTALL_PREFIX=/usr -DCMAKE_BUILD_TYPE=Debug
make
sudo make install

Setelah seluruh proses diatas selesai, Albert dapat dijalankan dengan menekan Alt + F2, kemudian ketikkan “albert” diikuti dengan menekan enter pada keyboard.

Setelah menggunakannya selama beberapa hari, saya berkesimpulan Albert merupakan alternatif apple spotlight yang dapat diandalkan, karena sejauh ini belum ada kendala yang muncul ataupun ditemukan.

Berikut tampilan antarmuka albert setelah dijalankan:

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.